Kama Sutra: Sebuah Risalah Filosofis Kehidupan etis Manusia
Januari 21, 2025Sebuah panduan etis dan sosiologis dari India kuno yang mencoba menyeimbangkan antara kesenangan manusiawi dengan kebajikan moral dan kesejahteraan duniawi.
Identitas buku:
Judul: Kama Sutra
Penulis: Vatsyayana
Penerbit: Penerbit Narasi
Tahun: 2011
Jumlah: 278 halaman
ISBN: 9789791682558
Kategori: nonfiksi
•••
Blurbnya:
Buku Kama Sutra merupakan sebuah karya klasik yang mengupas tentang serangkaian adegan hasrat dalam percintaan (seksual). Ditulis secara detail oleh Mallanaga Vatsyayana, di mana pokok bahasannya terbagi dalam tujuh bagian, yaitu: Sadharana (Topik Umum), Samprayogika (Pelukan), Kanya Saprayuktaka (Penyatuan Pria dan Wanita), Bharyadhikarika (Tentang Istri Seseorang), Paradarika (Tentang Istri-istri Orang Lain), Vaisika (Tentang Para Pelacur), Aupamishadika (Tentang Seni Merayu, Obat-obatan).
Buku ini banyak dipakai sebagai buku acuan pasutri dalam menjalin komunikasi percintaan, mengharmoniskan dan melanggengkan hubungan pernikahan.
•••
Resensinya:
Apa yang terlintas sewaktu mendengar atau membaca kata Kama Sutra?
Saya sempat membuat pertanyaan ini dalam IGs dan dari sejumlah jawaban yang ada saya membaginya menjadi tiga: tidak tahu, buku tentang seks, dan Fathul Izar-nya India. Nah, kalau jawaban teman-teman apa?
Dulu, sebelum saya membacanya, beberapa teman (terutama laki-laki) mengatakan jika Kama Sutra merupakan buku yang membahas tentang posisi bercinta antara sepasang laki-laki dan wanita. Maka sampai kemarin, sebelum membacanya, saya pun masih beranggapan demikian. Tepatkah atau tidak?
Tidak salah. Buku ini memang memuat seksualitas, ragam penyatuan cinta. Akan tetapi, tidak tepat jika menyebut Kama Sutra sepenuhnya berisi erotisme semata. Tidak sedangkal itu. Karya ini jauh melampaui hal tersebut. Nah, inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat luas.
Berasal dari dua kata: Kama (perihal cinta, hasrat, kasih sayang yang sifatnya luas, tidak melulu tentang seks) dan Sastra (ajaran); Kama Satra berisi ajaran tentang makna cinta beserta keindahannya. Vatsyayana, seorang filsuf yang hidup pada abad ke-3 sampai ke-6 Masehi) menyusun Kama Sutra menjadi sebuah kitab India kuno untuk menegakkan eskatologi Hindu melalui Kama (Dharma dan Artha tidak dibahas dalam buku ini.)
Dalam pandangan saya, buku ini mengatur banyak hal perihal hubungan kama antarmanusia agar manusia menemukan esensi antara Dharma-Artha-Kama sehingga mereka dapat mencapai moksa. Sederhananya, Kama Sutra tidak terbatas pada hasrat akan penyatuan manusia, melainkan ajaran-ajaran yang menuntun manusia mendalami hakikat cinta sebagai sebuah keindahan yang mengandung nilai spiritual.
Lebih jauh, membaca Kama Sutra menjadi penting sebagai referensi yang menghindarkan seseorang untuk bertindak menuruti nafsu atau hasratnya (terutama dalam seksualitas) sebab di dalamnya memuat banyak ajaran-ajaran yang mengarahkan manusia agar melakukan perbuatan (atau kesenangannya) sebagai hal yang sakral atau suci. Kenikmatan mendorong manusia untuk mencari dan mendapatkan kebijaksanaan yang lebih tinggi.
Terdiri atas banyak bab yang terbagi ke dalam tujuh bab besar, buku ini mencakup banyak pembahasan, seperti hubungan pria-wanita secara umum, bagaimana memperlakukan wanita dengan baik, memilih calon pasangan, memperlakukan banyak istri, cara bersikap seorang istri yang satu dengan istri yang lain dalam sebuah poligami, peran perantara alias mak comblang, bahkan sampai cara menempatkan seorang pekerja seks komersial. Nah, penjelasan tentang hubungan seksual atau posisi bercinta itu hanya satu bagian saja dari tujuh bagian, selebihnya lebih umum, kan?
Sebenarnya wajar jika buku ini tenar karena posisi seksnya, bahkan menjadi kitab seks dunia. Namun, sayang sekali tidak ada satu pun gambar dalam buku ini yang menjelaskan posisi tersebut maupun menjelaskan secara detail pose-posenya. Semuanya dibahas secara singkat dengan banyak istilah (yang bikin saya mabuk pas membacanya).
Buku ini menggunakan bahasa sederhana dengan terjemahan yang baik dan bisa dipahami. Kama Sutra cocok untuk mereka yang berpikir terbuka (serta tidak mudah berpikir senonoh), dan yang memiliki ketertarikan dengan antropologi/sosiologi/sejarah mengingat buku tersebut merupakan kitab India kuno perihal hubungan manusia dan ingin mempelajari teks-teksnya.
Tertarik baca?
•••
Kutipannya:
Apa pun yang mungkin dilakukan oleh salah seorang dari sepasang kekasih terhadap pasangannya, hal yang sama harus balas dilakukan oleh yang lain; yaitu bila seorang wanita menciumnya, maka si pria harus balas menciumnya; bila si wanita menyerangnya, maka sang kekasih juga harus balas menyerangnya. (Hal. 60)
Variasi diperlukan dalam cinta, sehingga cinta dihasilkan oleh berbagai macam cara. (Hal. 64)
Sekali keintiman dimulai, nafsu sendiri memunculkan segala macam tindakan dari pihak yang terlibat. (Hal. 82)
Seorang pria harus melakukan segala hal yang disukai kekasihnya dan bagaimana wanita itu suka dinikmati. (Hal. 88)
Ketika seorang pria berusaha memenangkan seorang wanita, ia harus mampu mengerti cara berpikir wanita tersebut dan bertindak sesuai dengannya (Hal. 176)
.webp)
0 Comments